Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages
Filter by Categories
News

Penyakit yang Sering Menyerang Saat Liburan

Sakit saat berlibur memang sangat tidak nyaman. Pusing, mual, muntah, dan nyeri pada bagian tubuh membuat suasana jalan-jalan menjadi runyam. Niat berwisata kuliner pun bisa batal karena Anda hanya mampu terbaring di kamar hotel. Bahkan, paling parah, Anda bisa menghabiskan waktu di rumah sakit saat berlibur. Jika sudah begini, apa yang menjadi solusi?

Tidak ada yang bisa menangkal 100 persen datangnya gangguan kesehatan saat liburan. Hal yang bisa Anda lakukan adalah menjaga kesehatan sebaik mungkin dan menjamin tubuh dalam kondisi fit sebelum berlibur. Selain itu, Anda perlu cermat dalam memilih jenis makanan.

Anda juga perlu menyiapkan perlengkapan seperti obat-obatan. Minyak kayu putih, perban atau plester, obat maag, dan obat sakit kepala adalah perlengkapan standar yang perlu Anda bawa. Sertakan pula obat-obatan khusus jika Anda tengah menjalani masa pengobatan tertentu. Misalnya, jika mengalami asma, pertolongan pertama untuk asma perlu Anda siapkan.

Berikut ini sejumlah gangguan kesehatan yang mungkin saja Anda alami saat liburan. Ada baiknya Anda mengantisipasi hal-hal tertentu yang bisa memicu timbulnya gangguan kesehatan ini.

Demam

Penyebab demam cukup beragam. Kristi (28) mengaku setiap kali pergi ke luar kota, ia pasti mengalami demam karena perubahan suhu. Perbedaan suhu atau perubahan udara memang bisa mengganggu kondisi kesehatan seseorang. Flu pun biasanya diawali dengan gejala demam terlebih dulu. Demam juga bisa terjadi karena kelelahan setelah mengadakan perjalanan yang menghabiskan waktu cukup panjang.

Namun, Anda perlu berhati-hati jika mengalami demam lebih dari tiga hari. Jika demam setelah menjelajah hutan-hutan di Papua, bisa jadi Anda menderita malaria. Demam juga bisa menjadi indikasi tipus atau demam berdarah. Untuk menghindari malaria, sebaiknya Anda mengonsumsi pil kina sebelum berwisata ke daerah Papua. Pencegah tifus adalah menjaga pola makan dan memilih jenis makanan yang bersih.

Alergi

            Jenis alergi beragam, begitu pula dengan faktor pemicunya. Alergi bisa terjadi karena suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin, debu, makanan, bulu binatang, dan sebagainya. Pencegahannya adalah dengan menghindari faktor pemicunya. Sebagai contoh, jika alergi serangga, sebaiknya Anda jangan coba-coba mengonsumsi camilan atau jajanan yang terbuat dari serangga seperti jangkrik koreng atau belalang panggang.

Seseorang yang mengalami alergi tertentu biasanya mempunyai jenis obat-obatan yang biasa dikonsumsi. Jika mengalami alergi dari makanan, sebaiknya Anda segera minum air sebanyak-banyaknya, meminum air kelapa, atau usahakan memuntahkan makanan yang dikonsumsi. Jika alergi masih belum tertangani, lakukan pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit terdekat.

Diare

            Jenis gangguan kesehatan ini memang umum dialami para pelancong, terutama bagi yang ingin menjajal jenis makanan baru tetapi tidak menyadari efeknya bagi perut. Pencegahannya adalah dengan mengonsumsi makanan yang tepat dan terjaga kebersihannya. Ada baiknya Anda mencicipi jenis makanan baru dalam jumlah sedikit untuk menghindarkan diri dari risiko diare.

Untuk menjaga kebersihan, Anda siapkan cairan pembersih tangan yang praktis atau tisu basah, serta gunakan perlengkapan ini sebelum makan. Siapkan pula sedotan untuk mengantisipasi minum langsung dari kemasan botol.

Insomnia

            Kesulitan tidur mungkin biasa saat pertama kali menjejakkan kaki di tempat yang baru. Namun, hal ini menjadi masalah jika kesulitan tidur terjadi berhari-hari. Hal ini tentunya membuat daya tahan fisik menurun sehingga rentan terjadi serangan penyakit. Untuk mencegahnya, Anda perlu menyiapkan kondisi fisik sebelum liburan, misalnya, menjaga pola makan, istirahat cukup selama liburan, dan rutin berolahraga.

[HARIAN KOMPAS/MIL]

Photo: Shutterstock

Sponsored by

Mineral Water Partner

Apparel Partner

Insurance Partner

Travel Agent Partner

Supported by

Organized by